"Mungkin rahmat Tuhan seharusnya memberiku tubuh dengan 3 lekuk tubuh yang indah sekali, tapi karena itu aku berada dalam situasi yang sangat sulit ketika aku tinggal di rumah suamiku, termasuk ayah dan adik laki-lakinya. Karena aku mencintai suamiku. Jadi aku Tak mau kuucapkan dengan lantang, di rumah ayah dan kakak iparku selalu memandangi tubuhku. Kalau aku memakai pakaian yang sedikit terbuka, mata mereka seperti terpaku padaku. Bahkan berkali-kali mereka mengintip ke arahku untuk berganti pakaian dan mandi, aku sangat kesal tapi aku tidak perlu berusaha menahan diri untuk membuat keluarga bahagia. Aku pikir mereka akan berhenti di level mengintip saja, tapi aku tidak menyangka sungguh menyedihkan, ayah dan anak itu sama persis, memaksaku untuk "melayani" mereka, juga karena beberapa minggu lagi aku dan suamiku akan pindah untuk hidup terpisah, jadi aku harus menanggungnya untuk menjaga kebahagiaan, tapi kami harus sangat menderita. Ya, frekuensi mereka memaksaku untuk berhubungan seks menjadi semakin sering, awalnya hanya sekali sehari, tapi setelah itu, setiap kali mereka melihatku, mereka memaksaku untuk berhubungan seks. Ayah bajingan dan saudara iparnya yang menyedihkan terus berubah. Bergiliran menyiksaku, aku tidak tahu apakah aku bisa tahan sampai aku pindah..."
